September

16

Nama      :  Agusta P. Balqis Linda Soeharso

NRP       :  F24100020

Laskar     :  22

Hidup itu sederhana. Intinya cumin bagaimana kita sekuat tenaga berusa untuk nggak nyerah gitu aja sama yang namanya susah, sulit, ribet, nggak gampang, dan temen-temennya yang lain. Terkadang kita kalah sangar sama mereka dan nggak jarang itu bikin kita lepas tangan dan nggak mau ngelanjutin buat cari jalan keluarnya. Aku juga dulu gitu. Suka wegah kalo ditengah jalan ketemu ma yang namanya susah. Tapi yang aku tahu sekarang itu sama ja ma buang buang waktu karena apa yang kita kerjain nggak tuntas. Susah dan kawan kawannya itu suatu proses. Tadinya aku belum bisa kata-kata itu., apalagi kalo yang ngomong mereka-mereka yang lebih pinter. Gengsi rasany nelen kata-kata itu.

Tapi sekarang lain cerita. Itu yang bener-bener aku rasain sekarang. Susuh, pake tambahan ribet lagi. Sering banget aku temuin. Tapi toh Allah bilang “..bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudah..”, jadi pasti kesusdah kesulitan itu ada kemudahan. Intinya cumin perlu terkat nekat aja. Tinggal bismillahirrahmanirahim, trus kerjakan dan jangan nunda-nuda, insyaAllah Allah kasi apa yang kita minta..

^_^

September

15

Nama      :  Agusta P. Balqis Linda Soeharso

NRP       :  F24100020

Laskar     :  22

Susah itu proses…

Cuman susah satu-satunya jalan menuju kemudahan…

Kita perlu belajar untuk mengerti itu…

Kita perlu paham kalau merasa kesusahan jauh lebih baik dari pada nggak ngerti sama sekali…

Kita yang bodoh, kita yang harus cari kepintaran…

Jangan pernah nunda nunda kerjaan, karena itu cuman bikin kita tambah bodoh…

Apalagi kalau pake alasan “nunggu termotivasi”…

Lakukan saja, maka kamu akan termotivasi…

Bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan…

Sesudah kesulitan itu ada kemudahan…

Maka jika kamu telah selesai mengerjakan suatu pekerjaan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh pekerjaan yang lain…

Dari awal belajar baca sampai sekarang, nggak bosen-bosennya aku dengerin kalimat-kalimat itu.

Kelihatannya sepele, gampang ditiru. Tapi kalau bapakku yang ngomong, beda.